Dunia bisnis tidak akan lepas dari perpajakan. Membayar pajak menjadi kewajiban dari setiap warga negara yang baik. Apalagi, kalau warga negara tersebut berkecimpung dalam dunia bisnis. Mereka sudah selayaknya melaksanakan kewajiban warga negara Indonesia. Membayar pajak adalah salah satu kewajibannya. Baik seseorang itu memiliki bisnis atau usaha tertentu atau pun hanya sebagai pekerja saja tetap punya kewajiban bayar pajak.
Cara mengisi SPT Tahunan menjadi salah satu hal penting dalam dunia perpajakan. Pengisian SPT Tahunan sudah menjadi hal rutin. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) ini merupakan sebuah surat wajib pajak yang digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak, objek pajak dan harta dan kewajiban. Ini dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
Sebagai sebuah informasi bagi teman-teman semua. Di tahun 2025 ini sistem perpajakan di Indonesia beralih ke Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau yang biasa disebut Coretax. Dahulu, kita menggunakan beberapa aplikasi perpajakan yang digunakan dalam satu waktu, seperti DJP Online dan e-Faktur. Namun, smua aplikasi perpajakan kini menggunakan satu aplikasi saja. Aplikasi tersebut namanya Coretax atau sering disebut Coretax DJP.
Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan terintegrasi yang dipakai oleh Direktorat Jenderal Pajak. Penggunaan Coretax ini dalam rangka untuk mempermudah pengelolaan data dan pelaporan pajak secara digital. Sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, dimana kita memasuki era digital.
Selain dengan Coretax kita bisa mengisi dan melaporkan SPT Tahunan, ada banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh para wajib pajak. Wajib pajak dapat mengelola data perpajakan, mengakses riwayat pelaporan pajak, serta mendapatkan bukti lapor SPT secara elektronik. Tentu saja, hadirnya Coretax ini memberi manfaat yang tidak sedikit.
Dengan menggunakan Coretax, kini proses pelaporan pajak menjadi lebih transparan dan lebih praktis. Di samping itu, proses pelaporan pajak dengan Coretax menjadikannya lebih kecil minim kesalahan. Ini tentu menjadi keuntungan bagi semua pihak. Apalagi, siapa saja yang memperoleh pendapatan dalam satu tahun pajak wajib melakukan pengisian SPT Tahunan. Dengan pengisian SPT Tahunan pun memakai Coretax.
Namun, sebelum teman-teman melakukan pengisian SPT Tahunan melalui Coretax tentu harus tahu prosedurnya. Prosedur awal dalam pengisian SPT Tahunan yakni dengan mempersiapkan beberapa hal. Diantara data yang harus disiapkan ialah NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atau NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang sudah terdaftar.
Kemudian tidak lupa kita perlu data EFIN (Electronic Filing Identification Number) yang masih aktif, password akun pajak, data penghasilan dan pengeluaran, serta data mengenai harta dan kewajiban. Kalau ada sertakan pula bukti potong pajak. Data-data tersebut mesti dipersiapkan dengan baik. Sebab dengan data yang valid akan membuat proses waktu pengisian menjadi lebih singkat.
Resiko akan kesalahan pengisian pun menjadi amat kecil. Tentunya, dengan lengkapnya data tersebut akan membuat naiknya tingkat efektivitas pengisian SPT Tahunan. Selain data yang disiapkan harus benar-benar valid dan lengkap. Ada beberapa hal lainnya yang penting untuk kita perhatikan dalam proses pengisian SPT Tahunan melalui Coretax ini, diantaranya adalah:
1. Memakai perangkat yang stabil
Untuk mengisi SPT Tahunan, teman-teman bisa menggunakan handphone atau pun laptop. Tetapi, yang tidak boleh dilupakan adalah jaringan internet yang dipakai mesti stabil. Kalau teman-teman kebetulan berada di lokasi yang sulit sinyal dan internetnya lemot. Alangkah baiknya, teman-teman segera pindah ke lokasi yang lebih bagus internetnya. Sebab ketika kita menggunakan hp atau laptop yang jaringan internetnya tidak stabil akan membuat proses pengisian SPT Tahunan terhambat. Bisa memakan waktu yang lebih lama. Tentu ini tidak akan menyenangkan buat kita.
2. Pastikan waktu pengisian SPT tidak mendekati batas waktu keterlambatan
Memang ada batas waktunya untuk pengisian SPT ini. Pastikan kita mengetahui waktunya dan jangan mengisi SPT terlalu dekat dengan batas waktu tersebut. Ini karena kita tidak tahu kendala-kendala yang mungkin muncul. Bila terlalu dekat dengan batas waktu keterlambatan maka ada kemungkinan kita terlambat.
3. Ketahui teknis pengisiannya
Mengisi SPT Tahunan dengan aplikasi Coretax memang sesuatu hal yang baru. Alangkah baiknya bila teman-teman mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang teknis pengisian. Kita bisa datang langsung ke kantor pajak terdekat. Di sana akan dilayani mengenai teknis pengisian secara lengkap. Kalau pun teman-teman merasa repot bila harus datang ke kantor pajak, maka teman-teman bisa minta bantuan rekan kerja, tetangga, atau siapa saja yang dapat membantu terkait pengisian SPT Tahunan ini.
4. Simpanlah seluruh bukti pendukung
Kita mesti menyimpan segala bukti pengisian SPT Tahunan. Sebab bukti tersebut bisa menjadi argumen tatkala ada pihak yang mempertanyakan terkait pengisian SPT Tahunan kepada kita.
Masyarakat sangat perlu memahami terkait pengisian SPT Tahunan ini. Pengetahuan mengenai pengisian SPT Tahunan sangat dibutuhkan. Apalagi untuk mereka yang menjadi seorang pengusaha. Baik skala UMKM maupun sudah skala besar. Semakin besar usahanya maka nilai pajak yang dilaporkan pun akan besar pula. Perlu ketelitian dan keahlian dalam pengisian SPT Tahunan ini.


0 komentar:
Post a Comment